Senin, 11 Maret 2019

Manajemen Produksi Peternakan


Manajemen usaha peternakan adalah suatu ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya bidang peternakan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan usaha secara efektif & efisien.

Unsur Manajemen 6 M :
1. Man (Manusia), Tenaga Keja (karyawan, buruh).
2. Material (barang), Bahan baku, bahan pelengkap, spare part.
3. Machine (Mesin)
4. Money (Uang/modal).
5. Method (Metode).
6. Market (pasar).

Fungsi Manajemen :
1. Perencanaan.
2. Pengorganisasian.
3. Pengkordinasian.
4. Pengarahan.
5. Motivasi.
6. Komunikasi.
7. Kepemimpinan, Penanggungan Resiko Pengambilan keputusan.
8. Pengawasan/Pengendalian.

Proses manajemen :
Fungsi manajemen usaha peternakan :
Faktor keberhasilan usaha yaitu faktor bahan baku, faktor pengelolaan yaitu manajemen. Manajemen usaha menyangkut, manajemen budidaya (manajemen pakan, kandang, tenaga kerja), manajemen pengelolaan hasil peternakan dan pemasaran.

1. Pekerjaan (job), menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan evalusai usaha peternakan. Sistem secara kontinyu dan tidak dapat dihentikan.
2. Faktor produksi (resource), menyangkut Sumberdaya Manusia.
3. Sebagai prosedur atau tahapan, mencangkup Problem Solving Method (perumusan masalah, pengumpulan data dan fakta, tabulasi-evaluasi dan analisis data, pengambilan keputusan dan pelaksanaan keputusan.
4. The Game Of Life, sukses sangat tergantung satu faktor yaitu yaitu You sebagai Manager. Konsep game yang memberikan pengertian “saya menang lawan  kalah harus dirubah menjadi bila saya menang maka setiap orang akan menang yaitu bisnisnya, peternaknya, pemerintahnya serta masyarakatnya”.


Ilmu Usaha Tani
suatu ilmu terapan yang membahas dan mempelajari atau membahas tentang bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya pertanian secara efektif dan efisien. Secara umum bidang Pertanian menyangkut : Budidaya tanaman Pertanian, Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya Perkebunan, Kehutanan dan lain-lain yang berorientasi pada makhluk hidup seperti Biologi, Bioteknologi.


Undang-Undang Pokok kehewanan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa Istilah diantaranya :

Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia.
Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan yang mata pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber kepada peternakan.
Peternakan / Usaha  Peternakan  adalah pengusahaan /pembudidayaan/ pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
Peternakan murni adalah cara peternakan dimana perkembangbiakan ternak-ternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun.
Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan pada tempat tertentu serta perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.
Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah tertentu.
Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.


Perbedaan makna Animal Husbandry dan Animal Breeding :
Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.


Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up adalah Peranakan.
Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai.
Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.


Karakteristik Peternakan
Karakteristik Ternak adalah Usaha / Industri yang dikendalikan oleh manusia dimana mencakup 4 komponen yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Karakteristik Usaha dinamis, dimana usaha peternakan harus dikaji dengan analisis dinamis dengan referensi waktu dan penuh dengan ketidakpastian. Karakteristik Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun sampingan usaha peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik), Perishable (mudah rusak secara kimiawi dan biologi), Quality variation ( Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis hasil samping berlawanan dengan hasil utama).


Karakteristik Produksi Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha peternakan yang jumlahnya relatif banyak serta dominansi pengaruh lingkungan yang besar. Karakteristik sistim Usaha Peternakan terdiri dari Sistem Intensif (Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga kerja rendah/sedikit) serta sistem Ektensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit dengan tenaga kerja tinggi/banyak). Jadi yang Intensif respon supply rendah sedangkan ektensif respon suplly tinggi. Karakteristik tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non Ruminansia (Berperut tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).

Ternak-ternak yang dibudidayakan :
Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg type) antara lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog (Cairina moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo).
Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type) antara lain Ternak Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus bubalis), Kuda (Equs caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris) dan Unta (Camell dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species), Domba (Ovis species), Babi (sus species).
Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type) antara lain Sapi Perah, Kerbau Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah.
Aneka Ternak adalah ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara lain : Kelinci (Lepus cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix coturnix), Bekicot, Walet, Kodok dll.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar