Manajemen usaha
peternakan adalah suatu ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua
sumber daya bidang peternakan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan usaha
secara efektif & efisien.
Unsur Manajemen 6 M :
1. Man (Manusia), Tenaga Keja (karyawan, buruh).
2. Material (barang), Bahan baku, bahan pelengkap, spare part.
3. Machine (Mesin)
4. Money (Uang/modal).
5. Method (Metode).
6. Market (pasar).
Fungsi Manajemen :
1. Perencanaan.
2. Pengorganisasian.
3. Pengkordinasian.
4. Pengarahan.
5. Motivasi.
6. Komunikasi.
7. Kepemimpinan, Penanggungan Resiko Pengambilan keputusan.
8. Pengawasan/Pengendalian.
Proses manajemen :
Fungsi manajemen usaha peternakan :
Faktor keberhasilan usaha yaitu faktor bahan baku, faktor pengelolaan yaitu
manajemen. Manajemen usaha menyangkut, manajemen budidaya (manajemen pakan,
kandang, tenaga kerja), manajemen pengelolaan hasil peternakan dan pemasaran.
1. Pekerjaan (job), menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan evalusai usaha
peternakan. Sistem secara kontinyu dan tidak dapat dihentikan.
2. Faktor produksi (resource), menyangkut Sumberdaya Manusia.
3. Sebagai prosedur atau tahapan, mencangkup Problem Solving Method (perumusan
masalah, pengumpulan data dan fakta, tabulasi-evaluasi dan analisis data,
pengambilan keputusan dan pelaksanaan keputusan.
4. The Game Of Life, sukses sangat tergantung satu faktor yaitu yaitu You sebagai Manager.
Konsep game yang memberikan pengertian “saya menang lawan kalah
harus dirubah menjadi bila saya menang maka setiap orang akan menang yaitu
bisnisnya, peternaknya, pemerintahnya serta masyarakatnya”.
Ilmu Usaha Tani
suatu
ilmu terapan yang membahas dan mempelajari atau membahas tentang bagaimana
membuat atau menggunakan sumberdaya pertanian secara efektif dan efisien. Secara umum bidang Pertanian menyangkut
: Budidaya tanaman Pertanian, Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya
Perkebunan, Kehutanan dan lain-lain yang berorientasi pada makhluk hidup
seperti Biologi, Bioteknologi.
Undang-Undang Pokok
kehewanan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967, tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan, pada Bab I Pasal 1, dikemukakan beberapa
Istilah diantaranya :
Ternak adalah Hewan piara yang kehidupannya yakni mengenai
tempat, perkembang biakan serta manfaatnya diatur dan diawasi oleh manusia dan
dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi
kepentingan hidup manusia.
Peternak adalah orang atau badan hukum dan atau
buruh peternakan yang mata pencaharian nya sebagian atau seluruhnya bersumber
kepada peternakan.
Peternakan / Usaha Peternakan adalah pengusahaan /pembudidayaan/
pemeliharaan ternak dengan segala fasilitas penunjang bagi kehidupan ternak.
Peternakan murni adalah cara peternakan dimana
perkembangbiakan ternak-ternaknya dilakukan dengan jalan pemacekan antara
ternak/hewan yang termasuk dalam satu rumpun.
Perusahaan peternakan adalah usaha peternakan yang dilakukan
pada tempat tertentu serta perkembang biakannya dan manfaatnya diatur dan
diawasi oleh peternak-peternak.
Kelas Ternak adalah sekumpulan atau sekelompok
bangsa-bangsa ternak yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula disuatu daerah
tertentu.
Bangsa Ternak (Breed) adalah Suatu kelompok dari ternak yang
memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat-sifat fisiologis ddan bentuk
anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan
ini dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.
Perbedaan makna Animal Husbandry dan Animal Breeding :
Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas
meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan,
mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang
hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur
perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta
kelahiran.
Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak
yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana
pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina
lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan
murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik
tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan
pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up
adalah Peranakan.
Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu
yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada
suatu sifat Individu yang disukai.
Line-crossing adalah persilangan antara lines baik
dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.
Karakteristik Peternakan
Karakteristik Ternak adalah
Usaha / Industri yang dikendalikan oleh manusia dimana mencakup 4 komponen
yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis
ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Karakteristik Usaha dinamis, dimana
usaha peternakan harus dikaji dengan analisis dinamis dengan referensi waktu
dan penuh dengan ketidakpastian. Karakteristik
Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun sampingan usaha
peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik), Perishable (mudah rusak
secara kimiawi dan biologi), Quality variation ( Tingkat Variasi yang tinggi
dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis hasil samping berlawanan
dengan hasil utama).
Karakteristik Produksi
Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha peternakan yang jumlahnya
relatif banyak serta dominansi pengaruh lingkungan yang besar. Karakteristik sistim Usaha Peternakan
terdiri dari Sistem Intensif (Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga
kerja rendah/sedikit) serta sistem Ektensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit
dengan tenaga kerja tinggi/banyak). Jadi yang Intensif respon supply rendah
sedangkan ektensif respon suplly tinggi. Karakteristik
tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non Ruminansia (Berperut
tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).
Ternak-ternak yang dibudidayakan :
Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg
type) antara lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog
(Cairina moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo).
Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type)
antara lain Ternak Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus
bubalis), Kuda (Equs caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris)
dan Unta (Camell dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species),
Domba (Ovis species), Babi (sus species).
Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type)
antara lain Sapi Perah, Kerbau Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah.
Aneka Ternak adalah ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara
lain : Kelinci (Lepus cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix
coturnix), Bekicot, Walet, Kodok dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar