Pengendalian :
“proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat
terlaksana sebagaimana yang direncanakan dan melakukan langkah koreksi terhadap
penyimpangan yang berarti.”
Fungsi :
- Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan dengan melakukan pengendalian secara rutin disertai adanya ketegasan-ketegasan dalam pengawasan, yakni dengan pemberian sanksi yang sewajarnya terhadap penyimpangan yang terjadi.
- Memperbaiki berbagai penyimpangan yang terjadi. Jika penyimpangan telah terjadi, hendaknya pengendalian dapat mengusahakan cara-cara perbaikan.
- Mendinamisasikan organisasi. Dengan adanya pengendalian maka diharapkan sedini mungkin dapat dicegah adanya penyimpangan, sehingga unit organisasi selalu dalam keadaan bekerja secara efektif dan efesien.
- Mempertebal rasa tanggung jawab. Dengan adanya pengendalian dari pihak manajemen, maka karyawan diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya.
Jenis :
- Metode Pengendalian Umpan Maju (Mengantisipasi masalah sebelum terjadi).
- Metode Pengendalian Berjalan atau Bersamaan (Mengelola masalah pada saat terjadi).
- Metode Pengendalian Umpan Balik (Mengelola masalah setelah terjadi).
Proses Pengendalian :
•
Penetapan standard dan metoda untuk pengukuran prestasi (evaluasi
kinerja).
•
Pengukuran prestasi/Kinerja Nyata.
•
Membandingkan kinerja nyata dengan standar yang
ditetapkan.
•
Mengambil tindakan jika diperlukan, terutama apabila
prestasi di bawah standar.
Langkah-langkah proses pengendalian :
- Menetapkan alat pengukur (standar);
- Standar phisik
- Standar moneter
- Standar waktu
- Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
- Berapa kali pelaksanaan seharusnya diukur
- Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
- Siapa yang akan terlibat
- Pengukuran pelaksanaan kegiatan;
a. Pengamatan (observasi)
b. Laporan-laporan baik lisan dan tertulis
c. Metode-metode otomotis, pengujian (test)
4. Pembandingan
pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan;
Mengidentifikasi
penyebab-penyebab terjadinya penyimpangan
5. Pengambilan
tindakan koreksi;
a. Mengubah
standar
b. Mengubah
penguluran pelaksanaan
c. Mengubah
cara dalam menganalisa
Ciri-Ciri Pengendalian yang Efektif :
• Akurat
• Tepat waktu
• Objektif dan komprehensif
• Dipusatkan pada titik pengendalian strategis
• Ekonomis
• Realistis dari
organisasi.
• Fleksibel
• Perspektif dan operasional
• Diterima oleh anggota organisasi
Perbedaan mendasar antara pengawasan dan
pengendalian adalah
- pengawasan dapat dilakukan secara periodik (berkala) sedangkan
- pengendalian harus dilakukan setiap saat
Pengertian Pengawasan
:
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan
ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil
yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut.
Beberapa Gejala yang memerlukan Pengawasan :
• Terjadi
penurunan pendapatan atau profit, namun tidak begitu jelas faktor penyebabnya
• Penurunan
kualitas pelayanan (teridentifikasi dari adanya keluhan pelanggan)
• Ketidakpuasan
pegawai (teridentifikasi dari adanya keluhan pegawai, produktifitas kerja yang
menurun, dan lain sebagainya)
• Berkurangnya
kas perusahaan
• Banyaknya
pegawai atau pekerja yang menganggur
• Tidak
terorganisasinya setiap pekerjaan dengan baik
• Biaya
yang melebihi anggaran
• Adanya
penghamburan dan inefisiensi
Proses Pengawasan :
Pengawasan berdasarkan Proses Kegiatan :
Beberapa faktor yang terkait dengan Pengawasan
dalam Bidang SDM :
• Penerapan Employee Discipline System
• Adanya Career Path
• Pemahaman Manajer atas Motivasi, Kepuasan, serta
Gaya Kepemimpinan yang diterapkan
Pengawasan di Bagian Produksi/Operasi :
• Evaluasi atas Plant Location
• Evaluasi atas Plant Lay-out
• Evaluasi atas Production Process and Schedule
• Evaluasi atas Product Distribution
Pengawasan di Bagian Keuangan :
• Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement
Analysis)
• Manajemen Kas (Cash Management)
• Pengelolaan Biaya (Cost Control)
Pengawasan di Bagian Pemasaran :
• Evaluasi atas Pasar Sasaran dan Pasar Potensial
• Survey atas Perilaku Konsumen dan berbagai Faktor
yang terkait dengan Konsumen
• Evaluasi atas Strategi Pemasaran dan Bauran
Pemasaran yang dilakukan
Pengawasan di Bagian Informasi :
• Penggunaan
Teknologi Komputer dan Teknologi Informasi
• Penerapan
Sistem Informasi Manajemen
TIGA FAKTOR PENTING DALAM
USAHA PETERNAKAN
1.
BIBIT
/BREEDING
2. PAKAN
3. MANAJEMEN:
a. Perkandangan
b. Kesehatan
c. Pengelolaan