Selasa, 06 Juni 2017

SUBTITUSI DANGING SAPI KE DAGING KERBAU PADA BULAN RAMADHAN, Muchammad Diky Firmansyah/160321100072/B



SUBTITUSI DANGING SAPI KE DAGING KERBAU PADA BULAN RAMADHAN

Barang substitusi dalam ekonomi adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang masih dapat digantikan fungsinya dengan barang lain. Dengan kata lain, jika barang yang kita inginkan tidak ditemukan, maka kita bisa mendapatkan penggantinya yang fungsinya juga sama. Bahwa barang substitusi adalah barang yang fungsinya sama dan bisa saling menggantikan satu sama lain. Dalam ekonomi, barang subsitusi adalah barang yang dapat menggantikan fungsi. Contohnya seperti Baju kemeja dengan baju kaos, nasi dengan jagung, solar dengan bensin, sepeda motor dengan sepeda, daging ikan dengan daging ayam, dll.
Ada satu fenomen menarik yang akan saya bahas, yakni subtitusi daging sapi ke daging kerbau saat bulan ramadhan. Hal tersebut dilatarbelakangi tingginya kebutuhan daging sapi untuk berbagai bahan masakan seperti halnya rendang, sampai semur daging tentu menyebabkan harga daging sapi turut melonjak. Tingginya harga daging sapi ini akhirnya memaksa masyarakat untuk merogoh kocek lebih dalam sejak awal bulan Ramadhan. Tetapi daripada harus merogoh kocek yang cukup dalam saat Lebaran, masyarakat sebenarnya memiliki solusi alternatif untuk mencari substitusi daging supaya tetap bisa memperingati Lebaran dengan bahagia.
Memang solusinya adalah jangan terpaku dengan daging sapi. Karena sulit untuk menurunkan harga daging sapi segar. Hal tersebut menyebabkan masyarakat diminta mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein hewani selain daging sapi segar. Solusinya adalah mengkonsumsi daging lain seperti daging kerbau.
Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk menekan harga daging sapi, salah satunya adalah dengan impor daging sapi beku supaya bisa menurunkan harga, namun harga daging sapi segar tetap saja ditaksir berada pada level Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kg pada saat Lebaran. Guna menekan harga daging sapi di pasaran hingga di bawah Rp 80.000/kg saat bulan Ramadhan dan Lebaran, pemerintah berencana mengimpor daging kerbau dari India.
Harga daging kerbau di daerah rata-rata dijual Rp 80.000/kg. Dengan banyaknya guyuran daging impor kerbau, diharapkan perlahan masyarakat akan mulai mengkonsumsi daging kerbau. Nantinya, permintaan daging sapi menurun sehingga harga juga bisa ikut turun. 

Hal tersebut juga akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Karena harga daging sapi akan menjadi turun dan normal kembali. Masyarakat bisa kembali mengkonsumsi daging sapi dengan harga yang sangat terjangkau.



Sumber :
https://brainly.co.id/tugas/1789580. Diakses pada tanggal 6 juni 2017
HarianBernas.com. Diakses pada tanggal 6 juni 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar