SUBTITUSI
DANGING SAPI KE DAGING KERBAU PADA BULAN RAMADHAN
Barang substitusi dalam ekonomi adalah
alat pemuas kebutuhan manusia yang masih dapat digantikan fungsinya dengan
barang lain. Dengan kata lain, jika barang yang kita inginkan tidak ditemukan, maka
kita bisa mendapatkan penggantinya yang fungsinya juga sama. Bahwa barang
substitusi adalah barang yang fungsinya sama dan bisa saling menggantikan satu
sama lain. Dalam ekonomi, barang subsitusi adalah barang yang dapat
menggantikan fungsi. Contohnya seperti Baju kemeja dengan baju kaos, nasi
dengan jagung, solar dengan bensin, sepeda motor dengan sepeda, daging ikan
dengan daging ayam, dll.
Ada satu
fenomen menarik yang akan saya bahas, yakni subtitusi daging sapi ke daging
kerbau saat bulan ramadhan. Hal tersebut dilatarbelakangi tingginya kebutuhan
daging sapi untuk berbagai bahan masakan seperti halnya rendang, sampai semur
daging tentu menyebabkan harga daging sapi turut melonjak. Tingginya harga
daging sapi ini akhirnya memaksa masyarakat untuk merogoh kocek lebih dalam
sejak awal bulan Ramadhan. Tetapi daripada harus merogoh kocek yang cukup dalam
saat Lebaran, masyarakat sebenarnya memiliki solusi alternatif untuk mencari
substitusi daging supaya tetap bisa memperingati Lebaran dengan bahagia.
Memang
solusinya adalah jangan terpaku dengan daging sapi. Karena sulit untuk
menurunkan harga daging sapi segar. Hal tersebut menyebabkan masyarakat diminta
mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan protein hewani selain daging
sapi segar. Solusinya adalah mengkonsumsi daging lain seperti daging kerbau.
Pemerintah
telah melakukan berbagai cara untuk menekan harga daging sapi, salah satunya
adalah dengan impor daging sapi beku supaya bisa menurunkan harga, namun harga
daging sapi segar tetap saja ditaksir berada pada level Rp110 ribu sampai Rp120
ribu per kg pada saat Lebaran. Guna menekan harga daging sapi di pasaran hingga
di bawah Rp 80.000/kg saat bulan Ramadhan dan Lebaran, pemerintah berencana
mengimpor daging kerbau dari India.
Harga daging
kerbau di daerah rata-rata dijual Rp 80.000/kg. Dengan banyaknya guyuran daging
impor kerbau, diharapkan perlahan masyarakat akan mulai mengkonsumsi daging
kerbau. Nantinya, permintaan daging sapi menurun sehingga harga juga bisa ikut
turun.
Hal tersebut juga akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Karena harga daging sapi akan menjadi turun dan normal kembali. Masyarakat bisa kembali mengkonsumsi daging sapi dengan harga yang sangat terjangkau.
Hal tersebut juga akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Karena harga daging sapi akan menjadi turun dan normal kembali. Masyarakat bisa kembali mengkonsumsi daging sapi dengan harga yang sangat terjangkau.
Sumber :
https://brainly.co.id/tugas/1789580.
Diakses pada tanggal 6 juni 2017
http://www.ensikloblogia.com/2017/04/pengertian-dan-contoh-barang-substitusi-dan-komplementer.html.
Diakses pada tanggal 6 juni 2017
HarianBernas.com. Diakses pada tanggal 6 juni
2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar