Senin, 05 Juni 2017

Problematika Akibat Kenaikan Harga Bahan Pokok Waktu Ramadhan : Antara Peningkatan Anggaran Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat, Muchammad Diky FIrmansyah/160321100072/B0



Problematika Akibat Kenaikan Harga Bahan Pokok Waktu Ramadhan;
Antara Peningkatan Anggaran Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat

Ramadan adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh dengan kemuliaan-kemuliaan yang tidak terhingga kemuliaannya. Di bulan Ramadan ini diajarkan untuk menahan diri dari segala bentuk godaan hawa nafsu sekaligus melatih kepekaan dengan meningkatkan kesalehan individual sebagai muslim kepada Tuhan serta kesalehan sosial kepada sesama umat muslim lainnya. Salah satu spirit ajaran yang terkandung di bulan Ramadan adalah nilai dan ajaran solidaritas kepada sesama manusia (hablu min an-nas). Salah satu bentuk manifestasi dari kesalehan sosial dalam realitas kehidupan bermasyarakat yaitu dengan menghargai sesamanya dalam menjalankan aktivitas keseharian.
Ada satu fenomena menarik untuk dikaji ketika tiba bulan Ramadan, yaitu adanya kenaikan harga di hampir semua bahan pokok. Kenaikan harga pokok ini terjadi dilatarbelakangi dengan beberapa tinjauan alasan, salah satunya kebijakan pemerintah. Kebijakan secara garis besar dipahami sebagai ketentuan-ketentuan pemerintah untuk masyarakat dalam rangka mengoptimalisasi dan mengefektifkan aturan-aturan yang berlaku.  Tentunya, jika ditinjau dari segi kebijakan pemerintah, langkah menaikkan harga pokok adalah langkah tepat untuk memberikan pemasukan pada Negara yang belakangan ini mengalami kemerosotan finansial secara drastis dan signifikan. Bidang ekonomi memang menjadi sorotan publik yang mengkhawatirkan disamping bidang perekonomian merupakan sektor penting dalam menunjang kesejahteraan masyarakat.
Penerapan kenaikan harga bahan pokok di sisi lain berdampak buruk bagi masyarakat golongan berekonomi rendah di Indonesia. Keberadaan masyarakat, khususnya di Indonesia, yang notabene masih belum lepas dari pengangguran. Maka, kenaikan harga pokok semakin menambah krisis multi dimensional catatan pemerintah dalam membuat kebijakan. Sungguh tak dapat dibayangkan betapa melaratnya masyarakat ketika kebutuhan pokoknya dibatasi dengan kemahalan harga yang jauh dari jangkauan. Bukan menyelesaikan masalah tapi malah membikin masalah yang tak kunjung mendapatkan solusi yang konstruktif demi pembangunan kesejahteraan masyarakat. Seharusnya di bulan Ramadan dengan segala kemuliaannya, pemerintah mampu mengontrol harga bahan pokok agar masyarakat merasakan nikmatnya bersahur dan berbuka puasa bersama tanpa harus pusing memikirkan harga.
Sebelum melangkah lebih jauh, mari sejenak mengulas tentang kebijakan pemeritah. Kebijakan pemerintah merupakan suatu keputusan yang dibuat secara sistematik oleh pemerintah dengan maksut dan tujuan tertentu yang menyangkut kepentingan umum. Kebijakan secara garis besar dipahami sebagai ketentuan-ketentuan pemerintah untuk masyarakat dalam rangka mengoptimalisasi dan mengefektifkan aturan-aturan yang berlaku. Karena itu kebijakan pemerinta sangat berpengaruh kepada masyarakat.
Penerapan kenaikan harga bahan pokok dibulan Ramadhan yang dilakukan pemerintah dalam kebijakannya sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang memiliki perekonomian rendah akan merasakan dampak yang buruk. Hal itu dikarenakan keberadaan masyarakat yang ada di Indonesia masih banyak yang menganggur. Dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan pokok dibulan Ramadhan semakin membuat krisis kesejahteraan masyarakat kalangan perekonomian rendah. Bayangkan saja betapa melaratnya masyarakat kalangan perekonomi rendah jika kebutuhan bahan pokoknya dibatasi dengan kenaikan harga yang jauh dari jangkauan. Bukannya menyelesaikan masalah tapi menambah masalah yang tak kunjung terselesikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Seharusnya di bulan suci Ramadhan ini, pemerintah dapat mengatur dan membuat kebijakan yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat yang semakin makmur dengan mengontrol ataupun mengatur harga bahan pokok di Indonesia. Jika harga bahan pokok dapat dikontrol, kesejahteraan masyarakat akan tetap terjaga meskipun di bulan Ramadhan.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar