Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2019

Manajemen Pengelolaan Resiko dan Analisis Kelayakan Usaha


Kaeakter Resiko
  • ·         Ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
  • ·         Terjadi secara tiba-tiba.
  • ·         Bila terjadi menimbulkan kerugian.
Pengertian

Risiko (Arthur & Richard, M.H) adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu.

Risiko (Soekarto) adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.

Risiko (Herman Darmawi) adalah probabilitas sesuatu hasil/outcome yang berbeda dengan yang diharapkan.

Resiko timbul karena adanya ketidakpastian, karena ada sebab :

Tenggang waktu antara perencana suatu  kegiatan sampai akhir kegiatan.

Keterbatasan informasi

Keterbatasan pengetahuan /kemampuan /teknik pengambilan keputusan

Klasifikasi ketidakpastian :
  • Ketidakpastian ekonomi: kejadian yg timbul akibat perilaku dari pelaku ekonomi, contoh: perubahan sikap konsumen, perubahan teknologi
  • Ketidakpastian alam: ketidakpastian karena alam, contoh: badai, banjir, gempa, kebakaran.
  • Ketidakpastian manusia: ketidakpastian oleh karena manusia, contoh: perang, pembunuhan, pencurian.
Macam-macam resiko menurut sifatnya :
  • Risiko murni adalah risiko yg apabila terjadi tentu menimbulkan kerugian dan tanpa disengaja, misalnya: kebakaran, bencana alam, pencurian.
  • Risiko spekulatif adalah risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan, agar terjadi ketidakpastian memberikan keuntungan kepadanya, misalnya: risiko hutang piutang, perjudian.
  • Risiko fundamental adalah risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang & yg menderita tidak hanya satu misalnya: banjir, angin topan.
  • Risiko khusus adalah risiko yang bersumber pada peristiwa mandiri & umumnya mudah diketahui penyebabnya, misalnya: kapal kandas, peswat jatuh.
  • Risiko dinamis adalah risiko yang timbul karena kemajuan masyarakat dibidang ekonomi, ilmu & teknologi. Kebalikannya Risiko statis seperti hari tua, risiko kematian.
Dapat tidaknya resiko dialihkan :
  • Risiko yang dapat dialihkan kepada pihak lain, dengan mempertanggungkan suatu objek yang akan terkena risiko kepada perusahaan asuransi.
  • Risiko yang tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, umumnya semua jenis risiko spekulatif.
Penyebab timbulnya resiko :
  • Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, seperti kecelakaan kerja, mismanajemen.
  • Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal luar perusahaan , seperti risiko pencurian, persaingan.
Manajemen resiko
Suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Manajemen risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin dan mengawasi/mengevaluasi program penanggulangan risiko.

Tahap dalam manajemen resiko :
  • Identifikasi risiko
  • Analisis risiko
  • Pengelolaan risiko
  • Implementasi manajemen risiko
  • Monitoring
Identifikasi resiko :
  • Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha.
  • Identifikasi resiko secara akurat dan komplet sangatlah vital dalam manajemen resiko.
  • Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.
  • Teknik teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain Brainstorming, Survei, Wawancara, Informasi historis, Kelompok kerja dll.
Analisis resiko :
  • Stlh melakukan identifikasi resiko m/ tahap berikutnya ad pengukuran resiko dgn cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity kerusakan & probabilitas terjdnya risiko.
  • Penentuan probabilitas terjdnya suatu event sangatlah subyektif  &  berdasarkan nalar/ pengalaman. Beberapa risiko memang mdh u/ diukur namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yg sgt jarang terjadi.
  • Shg pd tahap ini sangatlah penting u/ menentukan dugaan yg terbaik agar nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko. 
Dampak adalah efek biaya, waktu & kualitas yg dihslkan suatu risiko
Untuk mengukur bobot risiko kita dapat menggunakan skala dari 1-5 :
Pengelolaan resiko :
Risk avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas
Risk reduction
Disebut juga risk mitigation yaitu mrpk metode yg mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko/pun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko
Risk transfer
Yaitu memindahkan resiko kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak asuransi maupun hedging
Risk deferral
Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil
Risk retention
Walaupun risiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas

Penanganan Risiko