Senin, 08 April 2019

Pemasaran Dan Distribusi Produk Pertanian

Produksi adalah suatu proses pembuatan barang atau jasa. Konsumsi adalah suatu proses penggunaan dari barang atau jasa tersebut. Tata niaga berada di antara faktor produksi dan konsumsi yang merupakan penghubung kedua faktor tersebut. Kohls dan Downey (1972) serta Dahl dan Hammond (1977) mendefinisikan  bahwa  proses  tata  niaga  terjadi  setelah  proses  produksi selesai. Sehingga proses tata niaga mulai terjadi di pintu usaha tani atau usaha ternaknya, dan saat ini terjadi pemindahan kepemilikan untuk pertama kalinya (the first transfer of ownership). Akan tetapi, dari definisi ini sulit untuk membedakan konsep produksi dari tata niaga. Selanjutnya Breimjer (1976) menyatakan bahwa tata niaga merupakan proses pertukaran (exchange). Selain itu, juga sebagai segala sesuatu yang terjadi di antara produsen-konsumen. Sedangkan Philips (1968) secara spesifik mendefinisikan tata niaga sebagai usaha untuk mengumpulkan informasi dan komunikasi (information gathering and communication). Tata niaga merupakan konsep sistem pertukaran (an exchange system) yang akan mengkoordinasikan antara “apa yang diproduksi” (what is produced) dengan “apa yang diminta” (what is demanded). Tataniaga oleh Purcell (1979) sebagai gugus dari komponen-komponen aktivitas tingkah laku (behavioural) dan ekonomik (economic), yang mengkoordinasikan semua aktivitas ekonomik dari setiap tingkatan perlakuan mulai dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
 
Definisi tata niaga dalam arti luas adalah gugus dari komponen aktivitas tingkah  laku  dan  ekonomik.  Komponen-komponen tersebut  mengkoordi- nasikan aktivitas ekonomik dari setiap tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai dengan konsumen. Dengan demikian, pada setiap tingkatan terdapat mata rantai yang akan mengalirkan barang atau jasa dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
Produksi
Kegiatan produksi peternakan dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi peternakan tidak berada satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala ternak yang dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak. Jenis ternak yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau penjualan ternaknya tidak sama.
Pengumpulan
Aktivitas atau kegiatan pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga  sebagai  badan  usaha.  Belantik  ataupun  Patok  (istilah  di  Jawa Tengah dan Jawa Timur), bertindak sebagai pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya. Belantik membawa sapi ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian dilakukan pengumpulan oleh pedagang pengumpul di tingkat kabupaten
Pemrosesan
Adanya  perkembangan  teknologi  hasil  pertanian  ataupun  peternakan serta perkembangan waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya perkembangan dalam industri pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain dalam bentuk daging sapi segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi dalam bentuk beku. Daging sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti daging has (sirloin), daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib meat), sehingga dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
Pedagang Besar
Hasil-hasil industri pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya ditangani lebih lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang besar mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun agen sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional ataupun nasional.
Pengecer
Subdistributor, agen ataupun grosir mendistribusikan produk peternakan ke  pengecer.  Saat  ini  di  kota-kota  besar  berkembang  kegiatan  tingkat pengecer yang modern, seperti supermarket dan hypermarket yang cukup bersaing dengan para pedagang pengecer tradisional karena memiliki sarana dan fasilitas yang lebih baik dan modern.
Konsumsi
Konsumen adalah perorangan atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang dihasilkan. Ada beberapa penggolongan konsumen, yaitu:
•       Konsumen langsung dan konsumen tidak langsung;
•       Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
•       Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.
Pola aktivitas yang terjadi tergantung beberapa hal seperti:
Jenis Barang/Komoditi
Untuk komoditi sapi potong, sapi perah (susu), domba/kambing, ayam, babi, dan lain-lain, masing-masing komoditi mempunyai tingkatan aktivitas  ekonomik  yang  berbeda.  Untuk  jelasnya  pada  bagian  mata rantai tata niaga akan terlihat ilustrasi dari beberapa komoditi ternak.
Skala atau Besaran Usahanya
Makin besar skala usaha yang dijalankan, biasanya ada beberapa gugus aktivitas ekonomik yang dilakukannya.
Lokasi atau Tempat
Jarak antara produsen dengan konsumen dapat  menyebabkan adanya perbedaan gugus aktivitas ekonomik yang dijalankan.
Sarana dan Prasarana lainnya
MATA RANTAI TATA NIAGA
Mata rantai tata niaga merupakan saluran tata niaga yang akan menjembatani penyaluran barang/jasa dari mulai produksi sampai ke konsumen. Saluran tata niaga pertanian/peternakan bersifat unik/spesifik (uniqueness) dibandingkan saluran tata niaga non pertanian (industri/ pabrikan/manufaktur) karena produk pertanian mempunyai sifat yang unik juga seperti mudah rusak (perisable), mudah busuk, voluminous, dan bulky.
Sampainya suatu barang ke tangan konsumen akhir melalui kegiatan/proses:
•       Pengumpulan atau Konsentrasi (Assembly Process).
•       Pengimbangan atau Ekualisasi (Equalization Process).
•       Penyebaran atau Dispersi atau Distribusi (Distributional Process).
Mata rantai /saluran :
Saluran tata niaga sapi/kerbau :
Saluran Tata Niaga Sapi Feedlot
Saluran tata niaga susu sapi

Saluran tata niaga telur
Saluran Tata Niaga Telur Ayam Ras Peternak Mandiri
Saluran Tata Niaga Telur Ayam Ras Peternak Plasma
Saluran tata niaga Kambig/domba
Saluran tata niaga pakan ternak dan bibit ternak

MANFAAT TATA NIAGA
•       manfaat Tata Niaga bagi Produsen;
•       manfaat Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara;
•       manfaat Tata Niaga bagi Konsumen;
•       manfaat Tata Niaga bagi Pemerintah
Manfaat Tata Niaga bagi Produsen
•     merencanakan   pembelian   sarana   produksi   peternakan   (sapronak) sehingga  memperoleh kemudahan dan  keuntungan dengan  mengikuti sistem tata niaga tersebut;
•     mengarahkan   produksi   dan   penjualan   hasil   produknya   sehingga mendapat keuntungan yang layak dari kesempatan peran tersebut;
•       merencanakan investasi dan mengambil keputusan dalam usahanya.
Manfaat tata niaga bagi produsen (peternak) adalah mengarahkan keputusan-keputusannya dalam hal:
•    komoditi (produk) yang akan diproduksi, sesuai dengan keinginan dan kegunaan konsumen yang berbeda;
•       penentuan waktu dan tempat dalam pembelian input produksi/sapronak;
•       penentuan waktu dan tempat penjualan hasil produksinya;
•      partisipasi   yang   diberikan   terhadap   tata   niaga   sebagai   individu/ perorangan ataupun anggota masyarakat.
Manfaat Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara
•      Merencanakan  dan  menentukan  tempat  serta  waktu  pembelian  atau penjualan produk yang diperdagangkannya.
•   Menentukan kebijakan dalam pembiayaan perkreditan untuk modal kerja atau investasi.
•       Memperlancar  proses   tata   niaga,   misalnya   memenuhi   permintaan konsumen dalam waktu, tempat, jumlah, dan kualitas serta harga yang sesuai.
Manfaat Tata Niaga bagi Konsumen
memilih dan menentukan pembelian  sejumlah  produk  berdasarkan  jenis/macam,  kualitas  produk, tempat pembelian, harga dan waktu yang diinginkan konsumen.
Manfaat Tata Niaga bagi Pemerintah
•       merencanakan program pengembangan produksi;
•       mengimplementasikan program peningkatan produksi;
•       merumuskan kebijakan harga;
•       melakukan proyeksi  permintaan dan  penawaran  suatu  perkembangan harga.
PRODUKTIVITAS TATA NIAGA
•       nilai guna bentuk (form utility);
•       nilai guna tempat (place utility;.
•       nilai guna waktu (time utility);
•       nilai guna pemilikan (ownership or possesion utility).