Produksi adalah suatu
proses pembuatan barang atau jasa. Konsumsi adalah
suatu proses penggunaan dari barang atau jasa tersebut. Tata niaga berada di antara faktor produksi dan konsumsi yang merupakan penghubung
kedua faktor tersebut. Kohls dan Downey (1972) serta Dahl dan
Hammond (1977) mendefinisikan bahwa proses
tata niaga terjadi
setelah proses produksi selesai. Sehingga proses tata niaga
mulai terjadi di pintu usaha tani atau usaha ternaknya, dan saat ini terjadi
pemindahan kepemilikan untuk pertama kalinya (the first transfer of
ownership). Akan tetapi, dari definisi ini sulit untuk membedakan konsep
produksi dari tata niaga. Selanjutnya Breimjer
(1976) menyatakan bahwa tata niaga merupakan proses pertukaran (exchange).
Selain itu, juga sebagai segala sesuatu yang terjadi di antara
produsen-konsumen. Sedangkan Philips (1968) secara spesifik mendefinisikan tata
niaga sebagai usaha untuk mengumpulkan informasi dan komunikasi (information
gathering and communication). Tata niaga merupakan konsep sistem pertukaran (an exchange system)
yang akan mengkoordinasikan antara “apa yang diproduksi” (what is produced)
dengan “apa yang diminta” (what is demanded).
Tataniaga oleh Purcell (1979) sebagai gugus dari komponen-komponen
aktivitas tingkah laku (behavioural) dan ekonomik (economic),
yang mengkoordinasikan semua aktivitas ekonomik dari setiap tingkatan perlakuan
mulai dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
Definisi
tata niaga dalam arti luas adalah gugus dari komponen aktivitas tingkah laku
dan ekonomik. Komponen-komponen tersebut mengkoordi- nasikan aktivitas ekonomik dari
setiap tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai dengan konsumen. Dengan
demikian, pada setiap tingkatan terdapat mata rantai yang akan mengalirkan
barang atau jasa dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
Produksi
Kegiatan
produksi peternakan dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi
peternakan tidak berada satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala
ternak yang dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak.
Jenis ternak yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau
penjualan ternaknya tidak sama.
Pengumpulan
Aktivitas
atau kegiatan pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga sebagai
badan usaha. Belantik
ataupun Patok (istilah
di Jawa Tengah dan Jawa Timur),
bertindak sebagai pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya.
Belantik membawa sapi ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian
dilakukan pengumpulan oleh pedagang pengumpul di tingkat kabupaten
Pemrosesan
Adanya perkembangan
teknologi hasil pertanian
ataupun peternakan serta
perkembangan waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya perkembangan
dalam industri pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain dalam bentuk
daging sapi segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi dalam bentuk
beku. Daging sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti daging has (sirloin),
daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib meat), sehingga
dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
Pedagang Besar
Hasil-hasil
industri pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya
ditangani lebih lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang
besar mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun
agen sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional
ataupun nasional.
Pengecer
Subdistributor,
agen ataupun grosir mendistribusikan produk peternakan ke pengecer.
Saat ini di
kota-kota besar berkembang
kegiatan tingkat pengecer yang
modern, seperti supermarket dan hypermarket yang cukup bersaing
dengan para pedagang pengecer tradisional karena memiliki sarana dan fasilitas
yang lebih baik dan modern.
Konsumsi
Konsumen
adalah perorangan atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang
dihasilkan. Ada beberapa penggolongan konsumen, yaitu:
•
Konsumen langsung dan konsumen tidak langsung;
•
Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
•
Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.
Pola
aktivitas yang terjadi tergantung beberapa hal seperti:
Jenis
Barang/Komoditi
Untuk
komoditi sapi potong, sapi perah (susu), domba/kambing, ayam, babi, dan
lain-lain, masing-masing komoditi mempunyai tingkatan aktivitas ekonomik
yang berbeda. Untuk
jelasnya pada bagian
mata rantai tata niaga akan terlihat ilustrasi dari beberapa komoditi
ternak.
Skala
atau Besaran Usahanya
Makin
besar skala usaha yang dijalankan, biasanya ada beberapa gugus aktivitas ekonomik
yang dilakukannya.
Lokasi
atau Tempat
Jarak
antara produsen dengan konsumen dapat
menyebabkan adanya perbedaan gugus aktivitas ekonomik yang dijalankan.
Sarana
dan Prasarana lainnya
MATA RANTAI TATA NIAGA
Mata
rantai tata niaga merupakan saluran tata niaga yang akan menjembatani penyaluran barang/jasa dari mulai produksi sampai ke konsumen. Saluran tata
niaga pertanian/peternakan bersifat unik/spesifik (uniqueness)
dibandingkan saluran tata niaga non pertanian (industri/ pabrikan/manufaktur)
karena produk pertanian mempunyai sifat yang unik juga seperti mudah rusak (perisable),
mudah busuk, voluminous, dan bulky.
Sampainya
suatu barang ke tangan konsumen akhir melalui kegiatan/proses:
•
Pengumpulan atau Konsentrasi (Assembly Process).
•
Pengimbangan atau Ekualisasi (Equalization
Process).
•
Penyebaran atau Dispersi atau Distribusi (Distributional
Process).
Mata
rantai /saluran :
Saluran tata niaga sapi/kerbau :
Saluran
Tata Niaga Sapi Feedlot
Saluran tata niaga susu sapi
Saluran tata niaga telur
Saluran Tata Niaga Telur Ayam Ras Peternak Mandiri
Saluran Tata Niaga Telur Ayam Ras Peternak Plasma
Saluran tata niaga Kambig/domba
Saluran tata niaga pakan ternak dan bibit ternak
MANFAAT
TATA NIAGA
•
manfaat Tata Niaga bagi Produsen;
•
manfaat Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara;
•
manfaat Tata Niaga bagi Konsumen;
•
manfaat Tata Niaga bagi Pemerintah
Manfaat
Tata Niaga bagi Produsen
• merencanakan
pembelian sarana produksi
peternakan (sapronak)
sehingga memperoleh kemudahan dan keuntungan dengan mengikuti sistem tata niaga tersebut;
• mengarahkan
produksi dan penjualan
hasil produknya sehingga mendapat keuntungan yang layak dari
kesempatan peran tersebut;
•
merencanakan investasi dan mengambil keputusan
dalam usahanya.
Manfaat tata niaga bagi produsen (peternak) adalah
mengarahkan keputusan-keputusannya dalam hal:
• komoditi (produk) yang akan diproduksi, sesuai
dengan keinginan dan kegunaan konsumen yang berbeda;
•
penentuan waktu dan tempat dalam pembelian input
produksi/sapronak;
•
penentuan waktu dan tempat penjualan hasil
produksinya;
• partisipasi
yang diberikan terhadap
tata niaga sebagai
individu/ perorangan ataupun anggota masyarakat.
Manfaat
Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara
• Merencanakan
dan menentukan tempat
serta waktu pembelian
atau penjualan produk yang diperdagangkannya.
• Menentukan kebijakan dalam pembiayaan perkreditan
untuk modal kerja atau investasi.
•
Memperlancar
proses tata niaga,
misalnya memenuhi permintaan konsumen dalam waktu, tempat,
jumlah, dan kualitas serta harga yang sesuai.
Manfaat
Tata Niaga bagi Konsumen
memilih
dan menentukan pembelian sejumlah produk
berdasarkan jenis/macam, kualitas
produk, tempat pembelian, harga dan waktu yang diinginkan konsumen.
Manfaat
Tata Niaga bagi Pemerintah
•
merencanakan program pengembangan produksi;
•
mengimplementasikan program peningkatan produksi;
•
merumuskan kebijakan harga;
•
melakukan proyeksi
permintaan dan penawaran suatu
perkembangan harga.
PRODUKTIVITAS
TATA NIAGA
•
nilai guna bentuk (form utility);
•
nilai guna tempat (place utility;.
•
nilai guna waktu (time utility);
•
nilai guna pemilikan (ownership or possesion
utility).